MANADO,,SULAWESI UTARA,, — SABTU 16 MEI 2026
Janji manis Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo dan memindahkan aktivitas pembuangan ke TPA Regional Ilo-Ilo, Wori, kini disinyalir hanya akan menjadi kiasan kata tanpa pembuktian. Harapan warga sekitar untuk terbebas dari kepungan sampah tampaknya harus pupus setelah munculnya perbedaan pernyataan yang mencolok di internal birokrasi pemkot.
Janji Sekkot: Pindah ke TPA Regional Ilo-Ilo
Sebelumnya, dalam rekaman mediasi yang beredar, Sekretaris Kota (Sekkot) Manado, Dr. Steaven Dandel, dengan nada meyakinkan menyatakan komitmen pemerintah untuk mengakhiri operasional TPA Sumompo. Peta jalan (roadmap) pembersihan kota disebut-sebut akan dialihkan sepenuhnya ke fasilitas regional.
"Pemerintah Kota Manado telah berkomitmen untuk menutup TPA... Ini bagian dari peta jalan kami untuk memindahkan proses pembuangan ke [TPA Regional] Ilo-Ilo. Tidak ada opsi lain," tegas Steaven dalam rekaman tersebut.
Pernyataan ini sempat membawa angin segar bagi warga Sumompo yang sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan bau menyengat dan ancaman kesehatan.
'Akrobat Kata' Kadis DLH Patahkan Harapan Warga
Namun, ruang harapan itu seketika runtuh saat awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Drs. Pontowuisang Kakauhe.
Bukannya mempertegas langkah pemindahan ke Ilo-Ilo, Kadis DLH justru mengeluarkan pernyataan kontradiktif yang memicu polemik baru.
Menurut Pontowuisang, ada salah tafsir di tengah masyarakat mengenai statmen yang dikeluarkan oleh Walikota Andrei Angouw. Ia mengklarifikasi bahwa pemerintah tidak sedang merencanakan penutupan operasional TPA secara total.
"Bukan TPA yang ditutup, tapi yang ditutup itu sampah," ujar Kadis DLH saat dikonfirmasi oleh awak media.
Maksud dari pernyataan tersebut, menurut pihak DLH, adalah tindakan teknis mengubur atau menutup tumpukan sampah yang ada dengan lapisan tanah (controlled landfill), bukan menghentikan truk-truk sampah untuk membuang muatan di sana.
Warga Sumompo Kembali Gigit Jari
Perubahan narasi yang mendadak ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat lingkar TPA. Sebagian warga Sumompo kini merasa dijebak dalam "permainan kata" birokrasi dan hanya bisa menikmati janji muluk tanpa pembuktian nyata di lapangan.
"Kalau bahasanya diputarbalikkan seperti itu, berarti truk-truk sampah akan tetap masuk ke sini sampai kapan pun. Kami hanya disuapi janji lisan saat kami protes, tapi faktanya di lapangan tidak ada perubahan," keluh salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Dengan adanya dualisme informasi ini, rencana pengalihan sampah ibukota ke TPA Regional Ilo-Ilo kini dipertanyakan keabsahannya. Publik kini menilai koordinasi di internal Pemkot Manado sangat lemah, di mana pernyataan seorang Sekretaris Kota bisa dimentahkan oleh kepala dinasnya sendiri.
Sampai berita ini dipublikasikan, Walikota Manado Andrei Angouw belum memberikan tanggapan resmi untuk meluruskan polemik "tutup TPA atau tutup sampah" yang kini meresahkan warga Sumompo.
(DAVE)