BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara: Gedung KONI Ambruk dan Sejumlah Gereja Rusak Parah

MANADO – SULUT, Radarpublik.online,,2 APRIL 2026

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut Bitung menelan satu korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur berat di beberapa titik di Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2025)

Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai seorang lansia, Oma Deitje Lahia, yang tertimpa reruntuhan saat Gedung KONI Sario ambruk total akibat guncangan hebat tersebut.

Runtuhnya Gedung KONI Sario
​Guncangan yang terjadi merobohkan struktur utama Gedung KONI Sario di Manado. Material bangunan yang masif jatuh seketika dan menjebak Oma Deitje Lahia yang berada di lokasi kejadian. Meski upaya pertolongan sempat dilakukan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. 

Peristiwa ini memicu keprihatinan luas mengenai ketahanan bangunan publik terhadap bencana gempa bumi.
​Kerusakan Rumah Ibadah di Minahasa
​Selain di pusat kota, dampak kerusakan material juga dilaporkan meluas hingga ke wilayah Kabupaten Minahasa. 
Dua gereja Katolik menjadi saksi bisu kuatnya getaran gempa:
​Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor: Mengalami kerusakan serius pada bagian dinding dan beberapa pilar penyangga.
​Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Kembes: Kerusakan struktur terlihat pada atap dan retakan besar di dinding utama, yang memaksa pengelola gereja untuk mengosongkan bangunan demi keselamatan jemaat.
​Kondisi Pasca-Gempa
​Pusat gempa yang berada di laut Bitung sempat memicu kepanikan warga di pesisir pantai. 
Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah melakukan evakuasi lanjutan dan mendata kerusakan hunian warga. Lokasi sekitar Gedung KONI kini dipasang garis polisi untuk menghindari adanya warga yang mendekat ke area yang masih rawan runtuh.
​Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta memastikan kondisi struktur bangunan rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
(Lukhy)
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
RADAR PUBLIK
MEDIA NASIONAL