Sulut,,Radarpublik.online,, — 19 April 2026
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan terbaru yang dikenal sebagai “telepon hening”, sebuah teknik yang memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan kejahatan berbasis manipulasi suara, (18/4/2026).
Modus ini dijalankan dengan cara pelaku menghubungi calon korban melalui panggilan telepon tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Keheningan tersebut bukan tanpa tujuan, melainkan strategi untuk memancing korban berbicara lebih dahulu.
Suara korban yang terekam, meski hanya dalam durasi singkat, kemudian diolah menggunakan teknologi voice cloning untuk meniru karakteristik suara secara presisi.
Dengan rekaman tersebut, pelaku berpotensi melakukan penipuan lanjutan, terutama dengan menyasar orang-orang terdekat korban.
Suara hasil kloning dapat digunakan untuk meyakinkan keluarga atau kerabat agar memberikan uang, data pribadi, atau informasi sensitif lainnya.
(Redaksi)